[Fanfics] Sherlock Chapter 2 “A Day With You”

Sungmin POV

Aku memang menyukainya. Sangat. Namun, apakah dia juga menyukaiku? Sepertinya tidak. Dia lebih dekat dengan Minho daripada denganku, aku rasa. Mereka sering menghabiskan waktu bersama. Hampir setiap malam mereka begadang untuk bermain game atau menonton film. Ingin sekali rasanya menemaninya semalaman, tapi aku tidak tertarik sedikitpun dengan game. Apalagi game sepak bola favorit Kyuhyun dan Minho. Melihat bolanya saja sudah pusing -”
Ya, mungkin Minho orang yang dipilihnya. Tapi.. bagaimana dengan pujian tadi? Ah.. itu bukan pujian. Dia memang seperti itu. Dia selalu saja menggodaku.
Teman temanku juga banyak yang mengatakan kalau aku cantik. Dan bukan berarti mereka menyukaiku kan?
Kyuhyun-ah.. aku ingin mengungkapkan semuanya kepadamu. Tapi aku takut…
Sehari yang lalu…
“Besok aku pulang, Kyuhyun-ah.” Kata Sungmin dengan pelan. Suaranya terdengar tanpa semangat tidak seperti biasanya.
“Mwo? Kau serius?” tanya Kyuhyun yang sepertinya tampak kecewa. “Ya.. kau tahu kan, aku sudah lulus. Dan aku sudah berjanji kepada eomma dan appaku untuk pulang secepatnya setelah lulus kuliah.”
“Aniya! Aniya! Aniya! Kau tidak bisa pergi begitu saja, hyung! Kau lupa? Kemarin kau berjanji menemaniku bermain game sampai malam. Dan kau melupakannya. Kapan kau akan menepatinya? Oh iya! Kau belum membayar hutangmu bukan? Kau lupa hyung? Banyak sekali yang kau lupakan tentangku, hyung. Bagaimana bisa kau meninggalkan ku begitu saja?”
“Iya aku tahu, Kyuhyun-ah. Aku tidak pernah bisa menghilangkan penyakit pelupaku ini. Maafkan aku, Kyuhyun-ah. Setelah aku kembali dari Korea aku pasti kembali lagi ke Tokyo. Aku janji Kyuhyun-ah!”
“Aishh.. kau masih mau berjanji lagi?”
“Yang ini pasti kutepati! Lagipula disini juga ada Minho, Siwon, dan Taemin, kau tidak akan kesepian hanya karena aku pulang.”
Kyuhyun hanya mengumpat pelan dan memunggungi Sungmin. “Oke Kyuhyun-ah. Aku lelah bertengkar denganmu. Kau mau jalan jalan sebentar bersamaku?” tawar Sungmin sambil merangkul Kyuhyun.
“Kaja!” Sungmin menarik tangan Kyuhyun cepat sebelum Kyuhyun menjawab ajakannya.

Sungmin POV

Aku melirik Kyuhyun sebentar. Dia hanya menatap kosong ke depan. Dia pasti akan mendiamkanku lagi.
Aku tidak pernah menginginkan ini, Kyuhyun-ah. Aku masih ingin terus bersamamu.
Kulirik lagi, dan sama. Dia masih terus memandang ke depan tanpa menengok sedikitpun.
“Kyuhyun-ah..”
Kyuhyun hanya bergumam pelan dan terus menatap ke depan. “Kau tidak marah kan?” tanyaku mencoba membuka pembicaraan.
“Menurutmu hyung?” Kyuhyun malah balas bertanya dengan cueknya. “Kau childish sekali.” Bisikku sambil tersenyum mengejek kepadanya.
“Aku childish karena aku masih muda.”
“Terus menurutmu aku tua? Begitu?”
“Aku tidak mengatakannya. Kau sendiri yang mengatakannya.”
“Aissh..”
Dia memang menyebalkan. Sangat. Dia selalu saja menggodaku, kadang juga mengerjaiku, aku tidak pernah membalasnya. Aku terlalu takut. Ya, rasa ini yang membuatku selalu terlihat mengalah di depannya.
“Ya hyung! Besok kau mau pulang kan? Ayo belikan aku kartu kartu game Yu Gi Oh! yang terbaru!” sahut Kyuhyun tiba tiba sambil menarik tangan Sungmin, dan menyeretnya ke toko game yang sering kali dikunjungi Kyuhyun dan Minho itu.
“Mahal?” tanyaku sambil merogoh saku dan mengeluarkan dompet. “Lihat saja sendiri.”

Author POV

Begitu memasuki toko Kyuhyun langsung melepaskan tangannya dan berlari seperti anak kecil. Dia berlari menuju lemari kaca di tengah ruangan. Di tatapnya lemari itu dengan pandangan kagum. Lemari itu berisi berbagai game terbaru keluaran produk yang sudah terkenal di Jepang.
“Jadi ini?” tanya Sungmin tiba tiba. “Aku mau yang itu Sungmin hyung!” pinta Kyuhyun sambil menunjuk sebuah kotak berukuran 30 x 20 cm yang bertuliskan “Yu Gi Oh!”.
Kyuhyun segera membuka lemari itu dan mengambil kotak itu dan menyerahkannya kepada Sungmin. Sungmin menimbang nimbangnya dan melihatnya dengan teliti. “Kau yakin, Kyuhyun-ah? Ini seperti permainan anak kecil!”
“Ah hyung! Kau terlalu dewasa, sekali kali kau harus bermain yang seperti ini, biar muda sedikit lah.” Ejek Kyuhyun sambil cengar cengir.
“Kau mengejekku? Oke, aku tidak jadi membelikanmu ini.” balas Sungmin sambil mengembalikan kotak itu ke tempatnya semula. “Mwo? Hyung! Ayolah belikan aku yang ini…” rengek Kyuhyun dengan menarik narik kaus Sungmin, persis seperti anak kecil.
“Aigo!” Sungmin memijit keningnya pelan. “Permisi tuan, apa tuan jadi membeli ini?” tanya seorang pramuniaga toko dengan ramah. “Jadi!” jawab Kyuhyun mantap sambil melirik ke arah Sungmin. Sungmin hanya mendesah pelan dan menggangguk.
“Berapa harganya?” tanya Sungmin sambil menelan ludahnya. Membayangkan berapa mahalnya permainan itu. “100 yen.” jawab pramuniaga itu.
Sungmin hanya diam sambil berpura pura sedang berpikir. Ini terlalu mahal untuknya. “Gimana hyung?” tanya Kyuhyun yang menyadari ekspresi aneh Sungmin.
“Hmm.. harganya tidak bisa turun?” tanya Kyuhyun mencoba menyelamatkan hyungnya itu. “50 yen bagaimana?”
“Tidak bisa tuan, 90 saja.”
“75!” tawar Kyuhyun lagi.
“Tuan…”
“76! Kau harusnya bersyukur aku beli disini. Kau tidak tahu siapa aku?”
“Siapa?”
“Kita berdua trainee SM, dan sebentar lagi akan debut. Kau pasti akan jatuh cinta begitu melihat ketampananku nanti waktu debut!” sahut Kyuhyun dengan penuh percaya diri. Sungmin yang di sampingnya hanya menahan tawa mendengar bualan Kyuhyun.
“Oh ya? Ah! Aku adalah fans berat dari Tohoshinki, bisakah kau memintakan tanda tangan Yunho untukku?”
“Aihh! Itu urusan kecil, setiap ada latihan aku sering bertemu dengannya.”
Secercah senyum langsung mengembang di wajah pramuniaga itu.
“Oh ya siapa namamu?”
Perkenalan berjalan lancar, transaksi pun juga berhasil. Saking seriusnya mereka, tak disadari ada seorang namja berpostur tinggi dan tegap yang terus mengawasi mereka. Dia memakai pakaian serba hitam, dari kacamata hingga sepatu berwarna hitam. Di tambah dengan masker hitam yang menutupi sebagian wajahnya yang semakin menambah kesan misterius.
Rambutnya pendek dan sedikit acak acakan. Dia terus mengawasi Kyuhyun dan Sungmin dengan tatapan tajamnya. “Tunggu saja, hyung..” Bisiknya pelan sambil tersenyum misterius.
“Kau bisa tersenyum untuk saat ini. Tapi besok, tak ada lagi kata maaf untukmu, hyung.”
Begitu Kyuhyun dan Sungmin keluar dari toko, lelaki itu terus mengikuti mereka dari jauh. Tampak dari tatapannya dia sangat membenci Kyuhyun ataupun Sungmin.

 

to be continued

Iklan

[Fanfics] Sherlock Chapter 1 “Just Beginning”

Kyuhyun POV

“Tadaima!” seruku saat membuka pintu flat. Aku termenung sejenak di ambang pintu. Tidak biasanya flatku sepi, lampunya juga mati. Mungkin saja teman temanku sudah tidur. Aku segera melepas sepatu dan jaketku. Ku hidupkan lampu ruang tengah dan ku temui secarik kertas di diatas meja.
“Kyuhyun hyung, aku dan Minho-ya pergi menginap dirumah Siwon hyung. Jangan khawatir. Hanya satu hari. Ja mata ashita.”

-Taemin-

Ah betul saja flat sepi. Mereka berdua pergi ternyata. Tapi, dimana Sungmin hyung. Aneh. Apakah dia sudah tidur? Ini tidak seperti biasanya. Dia tidak pernah tidur jam 9. Ya, selama 2 tahun sekamar denganku, aku tidak pernah melihatnya tidur jam 9. Dia selalu tidur jam sebelas. Apakah dia kerja part time? Ah tidak. Setauku dia tidak menyukainya. Apakah dia pergi menginap? Tidak, jika dia ingin pergi, dia selalu memberitahuku.
Beberapa pertanyaan muncul d kepalaku. Rasa takut mulai menyergap. Aku berusaha menepis prasangka prasangka buruk yang memenuhi otakku.
Ah sudahlah. Mengapa aku jadi seperti ini?
Aku mendesah dalam hati. Kuputuskan untuk mencari Sungmin hyung di kamarnya. Namun, nihil. Dia tidak ada. Kamarnya pun berantakan. Kertas kertas putih berhamburan di lantai. Meja belajarnya yang selalu rapi itupun juga berantakan. Buku buku kuliahnya berceceran di meja. Jaket dan kaosnya juga ikut meramaikan mejanya. Aku mencoba memunguti kertas kertas yang tercecer d lantai. Ku amati satu persatu. Semuanya kosong. Ku lanjutkan langkahku menuju kertas terakhir yang ada di bawah jendela.
Aku kembali berjongkok dan mengamati kertas terakhir itu. “Kore wa. . . . ” aku tak percaya. Aku mengamatinya lagi. Ini darah. Ya, darah! Aku mencoba menciumnya, bau anyir darah menyeruak ke dalam hidungku. Tidak salah lagi, ini darah.
Aku terduduk lemas di bawah jendela. Kertas-kertas yang tadi ku kumpulkan, aku letakkan begitu saja di lantai.
“Sungmin hyung..”
Tiba tiba terdengar suara petir yang amat keras, dan di ikuti turunnya hujan yang cukup deras. Angin dingin mulai berhembus dengan kencang menembus tulang tulangku. Aku segera menutup jendela dan. . . Kutemui lagi bercak darah di gorden. Ya Tuhan, ada apa dengan Sungmin hyung?
Aku memeriksa kamarnya sekali lagi. Laptop apple kesayangannya tidak ada. Apakah tadi ada perampok? Tapi mengapa hanya kamar hyung saja yang berantakan?
Aku menyandarkan tubuhku di dinding. Kepalaku berdenyut denyut. Dan mataku mulai berkunang kunang. Terdengar gonggongan anjing di luar yang menyadarkanku. Aku harus mencari Sungmin hyung!
Aku berlari keluar kamar. Tak ku pedulikan kepalaku yang terus berdenyut denyut. Ruang tengah flatku masi seperti tadi. Sepi. Aku periksa sofa sofa empuk yang di beli Sungmin hyung di Korea. Aku lempar semua bantal yang menutupinya. Bercak darah muncul lagi, kini ada di sofa. Aku semakin penasaran dengan semua ini.
“SUNGMIN HYUNG ! ! !” teriakku. Tak kusadari air mataku tumpah. Jatuh satu persatu membasahi pipiku. Keping keping kenangan indah bersamanya mulai berhamburan memenuhi otakku.
Aku memegangi kepalaku yang semakin berdenyut denyut tak karuan. Aku mencoba berjalan menuju dapur. Dapur masih tetap bersih seperti tadi sebelum aku pergi. Piring-piring tertata rapi di raknya. Gelas gelaspun berjejer rapi di sebelah wastafel. Kompor masih bersih, tidak ada wajan yang bertengger diatasnya. Mungkin belum ada yang memakainya. Aku mengedarkan pandanganku ke seluruh ruangan.
Aku mencium bau anyir darah lagi. Lemari Es! Di gagang pintunya terdapat bercak darah. Aku buka pintu lemari es itu pelan pelan.
Darah segar menetes pelan pelan dari bawah ketika aku membuka pintunya sedikit. Dan…

FLASHBACK : ON
AUTHOR POV

Sekitar 1 tahun yang lalu…
“Kau mau kimbap Kyuhyun-ah?” tawar seorang namja manis yang sedang menggulung kimbap kimbap isi udang buatannya.
“Mmm” jawab Kyuhyun singkat. Pandangannya masih tertuju pada video game sepak bola yang baru saja dia beli. Tangannya sibuk menari nari di joystick dengan lincah. Kedua matanya juga tak kalah lincahnya mengikuti setiap gerak gerik bola yang sedari dari diperebutkan oleh kedua klub yang ia pilih.
“Ya! Kyuhyun-ah!” Sungmin tampaknya mulai gusar karena sudah satu jam lamanya Kyuhyun mendiamkannya. Dia terus bermain game tanpa peduli dengan Sungmin. Meliriknya pun tidak.
“Wae?” Kyuhyun masih saja berkutat dengan gamenya.
“Ku cabut ini kabelnya!” ancam Sungmin sambil menarik narik kaus Kyuhyun.
“Ya! Ya! Jangan! Aishh.. kau ini! Jangan menggangguku.. hampir saja ini.. AAAHH! Gawangku kebobolan!” Kyuhyun malah mengumpat umpat gara gara gawangnya yang kebobolan.
Sungmin hanya diam sambil berdiri bangkit menuju meja makan. Dia terus melirik ke arah Kyuhyun dengan tatapan sebal. Dongsaengnya itu selalu saja begitu ketika sedang asyik bermain game.
“Apa asiknya sih? Cuma ngerebutin bola aja kok sampai segitunya!” batin Sungmin dengan sebal.
“GOOOLLLLLLLLLLLLL!” teriak Kyuhyun tiba tiba. Dia berjingkrak jingkrak kegirangan ketika klubnya berhasil memasukkan bola ke gawang lawan.
“Ya! Sungmin hyung! Kau lihat kan? aku berhasil mengalahkannya!” teriak Kyuhyun kepada Sungmin tanpa merasa bersalah sedikitpun. Sungmin hanya diam sambil makan kimbapnya pelan pelan.
“Ya! Kenapa kau diam saja?”
“Apa urusanku?”
“Hahahaha kau marah?” tanya Kyuhyun dengan santainya. Dia segera mengklik tombol pause dan berjalan menuju dapur mendekati Sungmin. Sungmin yang mengetahuinya hanya diam dan terus memakan kimbapnya bulat bulat.
Lalu Kyuhyun duduk di sebelahnya dan mulai menertawakan Sungmin lagi. “Kau cantik kalau marah.” Bisik Kyuhyun tepat di telinga Sungmin. Dia juga mengerling manja kearah Sungmin.
“Kyuhyun-ah!” Sungmin mulai membuka suaranya. Dia menopangkan dagunya ke dua tangannya sambil melirik sebal ke Kyuhyun. Semburat merah mulai bermunculan di pipi Sungmin. Ya, Sungmin sepertinya malu. Jantungnya sekarang berdegub kencang gara gara pujian Kyuhyun tadi.

To be continued.

written by me ^^

like please 😀