[Fanfics] Sherlock Chapter 1 “Just Beginning”

Kyuhyun POV

“Tadaima!” seruku saat membuka pintu flat. Aku termenung sejenak di ambang pintu. Tidak biasanya flatku sepi, lampunya juga mati. Mungkin saja teman temanku sudah tidur. Aku segera melepas sepatu dan jaketku. Ku hidupkan lampu ruang tengah dan ku temui secarik kertas di diatas meja.
“Kyuhyun hyung, aku dan Minho-ya pergi menginap dirumah Siwon hyung. Jangan khawatir. Hanya satu hari. Ja mata ashita.”

-Taemin-

Ah betul saja flat sepi. Mereka berdua pergi ternyata. Tapi, dimana Sungmin hyung. Aneh. Apakah dia sudah tidur? Ini tidak seperti biasanya. Dia tidak pernah tidur jam 9. Ya, selama 2 tahun sekamar denganku, aku tidak pernah melihatnya tidur jam 9. Dia selalu tidur jam sebelas. Apakah dia kerja part time? Ah tidak. Setauku dia tidak menyukainya. Apakah dia pergi menginap? Tidak, jika dia ingin pergi, dia selalu memberitahuku.
Beberapa pertanyaan muncul d kepalaku. Rasa takut mulai menyergap. Aku berusaha menepis prasangka prasangka buruk yang memenuhi otakku.
Ah sudahlah. Mengapa aku jadi seperti ini?
Aku mendesah dalam hati. Kuputuskan untuk mencari Sungmin hyung di kamarnya. Namun, nihil. Dia tidak ada. Kamarnya pun berantakan. Kertas kertas putih berhamburan di lantai. Meja belajarnya yang selalu rapi itupun juga berantakan. Buku buku kuliahnya berceceran di meja. Jaket dan kaosnya juga ikut meramaikan mejanya. Aku mencoba memunguti kertas kertas yang tercecer d lantai. Ku amati satu persatu. Semuanya kosong. Ku lanjutkan langkahku menuju kertas terakhir yang ada di bawah jendela.
Aku kembali berjongkok dan mengamati kertas terakhir itu. “Kore wa. . . . ” aku tak percaya. Aku mengamatinya lagi. Ini darah. Ya, darah! Aku mencoba menciumnya, bau anyir darah menyeruak ke dalam hidungku. Tidak salah lagi, ini darah.
Aku terduduk lemas di bawah jendela. Kertas-kertas yang tadi ku kumpulkan, aku letakkan begitu saja di lantai.
“Sungmin hyung..”
Tiba tiba terdengar suara petir yang amat keras, dan di ikuti turunnya hujan yang cukup deras. Angin dingin mulai berhembus dengan kencang menembus tulang tulangku. Aku segera menutup jendela dan. . . Kutemui lagi bercak darah di gorden. Ya Tuhan, ada apa dengan Sungmin hyung?
Aku memeriksa kamarnya sekali lagi. Laptop apple kesayangannya tidak ada. Apakah tadi ada perampok? Tapi mengapa hanya kamar hyung saja yang berantakan?
Aku menyandarkan tubuhku di dinding. Kepalaku berdenyut denyut. Dan mataku mulai berkunang kunang. Terdengar gonggongan anjing di luar yang menyadarkanku. Aku harus mencari Sungmin hyung!
Aku berlari keluar kamar. Tak ku pedulikan kepalaku yang terus berdenyut denyut. Ruang tengah flatku masi seperti tadi. Sepi. Aku periksa sofa sofa empuk yang di beli Sungmin hyung di Korea. Aku lempar semua bantal yang menutupinya. Bercak darah muncul lagi, kini ada di sofa. Aku semakin penasaran dengan semua ini.
“SUNGMIN HYUNG ! ! !” teriakku. Tak kusadari air mataku tumpah. Jatuh satu persatu membasahi pipiku. Keping keping kenangan indah bersamanya mulai berhamburan memenuhi otakku.
Aku memegangi kepalaku yang semakin berdenyut denyut tak karuan. Aku mencoba berjalan menuju dapur. Dapur masih tetap bersih seperti tadi sebelum aku pergi. Piring-piring tertata rapi di raknya. Gelas gelaspun berjejer rapi di sebelah wastafel. Kompor masih bersih, tidak ada wajan yang bertengger diatasnya. Mungkin belum ada yang memakainya. Aku mengedarkan pandanganku ke seluruh ruangan.
Aku mencium bau anyir darah lagi. Lemari Es! Di gagang pintunya terdapat bercak darah. Aku buka pintu lemari es itu pelan pelan.
Darah segar menetes pelan pelan dari bawah ketika aku membuka pintunya sedikit. Dan…

FLASHBACK : ON
AUTHOR POV

Sekitar 1 tahun yang lalu…
“Kau mau kimbap Kyuhyun-ah?” tawar seorang namja manis yang sedang menggulung kimbap kimbap isi udang buatannya.
“Mmm” jawab Kyuhyun singkat. Pandangannya masih tertuju pada video game sepak bola yang baru saja dia beli. Tangannya sibuk menari nari di joystick dengan lincah. Kedua matanya juga tak kalah lincahnya mengikuti setiap gerak gerik bola yang sedari dari diperebutkan oleh kedua klub yang ia pilih.
“Ya! Kyuhyun-ah!” Sungmin tampaknya mulai gusar karena sudah satu jam lamanya Kyuhyun mendiamkannya. Dia terus bermain game tanpa peduli dengan Sungmin. Meliriknya pun tidak.
“Wae?” Kyuhyun masih saja berkutat dengan gamenya.
“Ku cabut ini kabelnya!” ancam Sungmin sambil menarik narik kaus Kyuhyun.
“Ya! Ya! Jangan! Aishh.. kau ini! Jangan menggangguku.. hampir saja ini.. AAAHH! Gawangku kebobolan!” Kyuhyun malah mengumpat umpat gara gara gawangnya yang kebobolan.
Sungmin hanya diam sambil berdiri bangkit menuju meja makan. Dia terus melirik ke arah Kyuhyun dengan tatapan sebal. Dongsaengnya itu selalu saja begitu ketika sedang asyik bermain game.
“Apa asiknya sih? Cuma ngerebutin bola aja kok sampai segitunya!” batin Sungmin dengan sebal.
“GOOOLLLLLLLLLLLLL!” teriak Kyuhyun tiba tiba. Dia berjingkrak jingkrak kegirangan ketika klubnya berhasil memasukkan bola ke gawang lawan.
“Ya! Sungmin hyung! Kau lihat kan? aku berhasil mengalahkannya!” teriak Kyuhyun kepada Sungmin tanpa merasa bersalah sedikitpun. Sungmin hanya diam sambil makan kimbapnya pelan pelan.
“Ya! Kenapa kau diam saja?”
“Apa urusanku?”
“Hahahaha kau marah?” tanya Kyuhyun dengan santainya. Dia segera mengklik tombol pause dan berjalan menuju dapur mendekati Sungmin. Sungmin yang mengetahuinya hanya diam dan terus memakan kimbapnya bulat bulat.
Lalu Kyuhyun duduk di sebelahnya dan mulai menertawakan Sungmin lagi. “Kau cantik kalau marah.” Bisik Kyuhyun tepat di telinga Sungmin. Dia juga mengerling manja kearah Sungmin.
“Kyuhyun-ah!” Sungmin mulai membuka suaranya. Dia menopangkan dagunya ke dua tangannya sambil melirik sebal ke Kyuhyun. Semburat merah mulai bermunculan di pipi Sungmin. Ya, Sungmin sepertinya malu. Jantungnya sekarang berdegub kencang gara gara pujian Kyuhyun tadi.

To be continued.

written by me ^^

like please😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: